Laman

Selasa, 13 September 2011

TIPIKOR POLDASU SIAP USUT CBD

Medan – Lifaktual : Manajemen Central Bussines District (CBD) Polonia, Medan Polonia, tak kunjung melunasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp. 23.623.617.697 (Rp23,6 miliar). Adapun rinciannya antara lain, PBB sebesar Rp1.941.029.497 dan BPHTB sebesar Rp. 21.682.588.200.

Kasat Tipikor Poldasu, AKBP Verdy Kalele mengungkapkan bahwa penyidik Tipikor Polda Sumut  siap mengusut kasus ini bila ada yang melaporkan adanya dugaan penyelewengan yang terjadi di proyek CBD tersebut. Kalau ada yang melaporkan, bisa kita tindaklanjuti, dan laporan itu akan kita serahkan ke Direktur. Baru direktur yang memerintahkan saya untuk menindaklanjuti laporan tersebut, tegasnya.

Mengenai tunggakan PBB dan BPHTB itu, Sekda Medan Syaiful Bahri yang sempat  dikonfirmasi Sumut Pos beberapa waktu lalu menyatakan, berdasarkan perjanjian antara Pemko Medan dan CBD Polonia menyangkut Perda yang diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Berdasarkan Perda tersebut, penagih tunggakan adalah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Medan. Ada persoalan lain lagi menyangkut CBD yakni, status tanah pusat bisnis yang memiliki seribu ruko (rumah toko) itu juga tidak jelas. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan, yang ditunjuk memperjelas status tanah tersebut, hanya sebatas mengimbau dan tak bisa memaksa.

Mengenai hal itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat sorotan tajam pada pemandangan umum DPRD Medan tentang LPJ APBD Pemko Medan 2010. Rahudman menyatakan, tanah yang dibangun oleh PT CBD Polonia sampai saat ini belum memiliki Hak Pengelola Lahan (HPL). Sementara BPHTB dapat tertagih  kalau HPL nya sudah ada.

Disisi lain, Ketua Fraksi PDS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Landen Marbun akan mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membawa kasus tunggakan menajemen CBD Polonia, Medan Polonia, ke langkah hukum agar menjadi efek jera. Hal itu dilakukan sebagai dampak kesadaran pengembang (CBD Polonia) agar menjadi efek jera dengan mengajukannya ke langkah hukum,” ujarnya.
Lanjutnya, keseriusan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan untuk menagih karena itu merupakan bagian kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan. Inikan peralihan dari BPN ke Dispenda untuk menagih agar bisa meminalisir kebocoran-kebocoran yang mungkin terjadi, termasuk tunggakan pajak PBB dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sebesar Rp23.623.617.697 (Rp23,6 miliar). Tunggakan itu masing-masing PBB sebesar Rp1.941.029.497 dan BPHTB sebesar Rp21.682.588.200, katanya.

Landen juga heran dengan CBD Polonia yang bertaraf Internasional bisa nunggak. “Dengan begitu, para pebisnis atau pengembang di CBD Polonia jangan menggunakan metode siasat untuk menghindar dari Pajak.Kita minta kecerdasan dari Dispenda untuk menagih tunggakan pajak PBB dan BPHTB yang sangat besar itu, katanya.

Dengan begitu, lanjut Landen, dikarenakan proyek tersebut merupakan proyek Properti yang sudah mapan dan sudah menjadi catatan untuk menjadi bahan pembahasan dalam R APBD 2011 di Bulan Oktober.

Ini merupakan bahagian yang akan menjadi Warning (peringatan) ke Dispenda agar tak ada tunggakan lagi. Kalau Dispenda tak mampu menagihnya, ini membuktikan akan kekhawatiran Sumber Daya Manusia (SDM) lemah adalah benar, ketusnya.

Dijelaskannya, pusat bisnis yang memiliki 1.000 ruko (rumah toko) itu, status tanahnya juga tidak jelas sudah dilakukan semua pebisnis properti untuk menghindar dari BPHTB. Ini merupakan siasat dari pengembang dengan membebankan BPHTB kepada pembeli. Semua pebisnis sudah melakukan hal seperti ini. Ini harus menjadi contoh kepada Pemerintah kita, ungkapnya.

Menurut Landen, Pemerintah Kota Medan tidak serta merta harus memberikan seluruh izin
pembangunan tersebut. Seharusnya, begitu selesai melakukan peralihan hak antara CBD dengan Pemko harus melunasi BPHTBnya dulu.

Hal ini membuktikan kalau semua perizinan akan berdampak. Dengan begitu, kita juga menghimbau kepada pembeli untuk membeli rumah sesuai dengan proses yang benar, ungkapnya. (Ep/Lifaktual)

DINAS TRTB BONGKAR GUDANG DAN TEMBOK DI JL. SEMPURNA MEDAN


Medan – Lifaktual : Setelah 16 unit bangunan rumah tempat tinggal  tanpa Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) di  Jalan Asrama, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (08/09), kini giliran bangunan rumah tempat tinggal yang 'disulap' menjadi gudang  penyimpangan barang di Jalan Sempurna, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Kota yang dibongkar Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Pembongkaran dilakukan karena pemilik bangunan terbukti melanggar SIMB.

Menurut Kabid Pemberdayaan dan Tata Ruang,  Drs Ali Tohar MSi didampingi Kasi Pengawasan Darwin Nasution, berdasarkan SIMB No.640/0428 tanggal 17 April 2011, pemilik bangunan ingin memperluas bangunan rumah tempat tinggal  yang telah selesai dibangun sebelumnya bertambah menjadi sekitar 17,3 x 20 meter.

Lanjutnya, dalam pembangunannya ternyata kita temukan terjadi penyimpangan perubahan fungsi bangunan. Bangunan baru yang seharusnya menjadi rumah tempat tinggal ternyata dijadikan gudang tempat penyimpangan barang. Walaupun pemilik bangunan telah kita ingatkan dengan memberikan tiga kali surat peringatan namun tidak diindahkan. Itu sebabnya kita lakukan pembongkaran hari ini," katanya.

Untuk melakukan pembongkaran, puluhan pegawai dari  Dinas TRTB seperti biasa dibantu sejumlah pegawai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah Terkait serta petugas Denpom, Polsekta dan Koramil setempat. Proses pembongkaran berjalan dengan  lancar, sebab pemilik bangunan tidak berusaha menghalang-halanginya.

Sebagai peringatan awal, pegawai Dinas TRTB hanya menjebol dinding gudang. Setelah itu Ali Tohar minta kepada pemilk PT. Sapta Sari Tama selaku pemilik bangunan untuk segera merevisi  SIMB dari memperluas bangunan rumah tempat tinggal menjadi bangunan khusus (gudang).  Kemudian, dinding yang dijebol tidak dibangun lagi sebelum izin revisi keluar.

Pembongkaran yang kita lakukanhari  ini sebagai peringatan saja. Setelah itu kita menunggu pemilik bangunan untuk merivisi SIMB miliknya. Jika itu tidak dilakukan, kita akan datang untuk membongkarnya kembali, tegasnya.

Sebelumnya, Dinas TRTB membongkar bangunan tembok sekitar 3 meter di Jalan Pelajar Timur Gg GPP, kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota.  Proses pembongkaran sempat berjalan dengan 'tensi tinggi', sebab pemilik tembok tidak merelakan temboknya dibongkar. Meski pemilik tembok berserta seluruh keluarga marah-marah dan menolak dilakukannya pembongkaran namun tembok yang di bangun di atas jalan (gang) ini tetap dilaksanakan .

Disertai dengan protes pemilik tembok beserta keluarga, bangunan  tembok itu langsung rubuhkan dengan menggunakan martil besar. Pembongkaran ini diawasi langsung petugas dari Denpom, Polsekta dan Koramil setempat yang tergabung dalam Tim Terpadu Pemko Medan. Walaupun mendapat protes keras  namun bangunan tembok itu akhirnya rata dengan tanah.

Apa yang dilakukan pemilik tembok itu sudah salah. Mereka mendirikan bangunan tembok di atas jalan (gang). Selain itu tembok yang mereka bangun tidak memiliki SIMB. Itu sebabnya kita lakukan pembongkaran, ungkapnya.(Ep/Lifaktual)


POLDASU GELAR PERKARA KASUS DUGAAN KORUPSI BINA MARGA MEDAN

Medan – Lifaktual : Jum'at (09/09) nasib mantan Kepala Dinas Bina Marga Medan, DR. Gindo M Hasibuan, ditentukan  menyusul akan dilakukannya gelar perkara kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat, dimana negara telah dirugikan Rp. 2 miliar.

Informasi diperoleh, gelar perkara yang akan dilakukan bukan hanya terkait kasus pengadaan alat berat tetapi termasuk dugaan korupsi pengaspalan dan proyek drainase TA 2009, di Dinas Bina Marga Medan, dimana saat proyek itu ada, DR.Gindo Maraganti Hasibuan masih menjabat KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) selaku Kadis Bina Marga.

Kasubbid Pid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, mengungkapkan Gelar perkara terhadap kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan antara lain, dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai Rp. 2 miliar pada tahun 2009, pengadaan aspal senilai Rp. 3,5 miliar dan dugaan korupsi proyek drainase senilai Rp. 38,8 miliar, ujarnya.

Lanjutnya, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat, Gindo diperiksa terakhir kali pada Selasa (24/08), dengan disuguhi 19 pertanyaan. Pemeriksaan berlangsung selama 9 jam (Pukul.11.00 wib sampai Pukul.20.00 wib).

Diketahui, dugaan korupsi pengadaan alat berat seperti tiga unit backhoe loader, satu unit motor grader dan satu unit asphalt mixing plat yang bersumber dari APBD-PAPBD Pemko Medan TA 2009, dengan kerugian negara sebesar Rp. 2 miliar di Dinas Bina Marga Medan.

Terkait kasus korupsi pengadaan alat berat itu, penyidik Tipikor Poldasu sudah menahan tiga orang anggota dari Gindo Hasibuan. Ketiga tersangka itu adalah   Edi Zalmansyahputra (Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Medan), Ir Sudirman mantan Kabid pengadaan alat berat (saat ini pejabat eselon III di Dinas Perkim Medan) dan Sangkot Siregar.(Ep/Lifaktual)



Minggu, 11 September 2011

BANK SUMUT GELAR MANASIK HAJI GRATIS

 
Medan – Lifaktual : Bank Sumut kembali akan menggelar manasik akbar jamaah calon haji (JCH) secara gratis kepada sekitar 1.300 jamaah JCH nasabah Tabungan Haji Makbul yang akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah pada 2011 ini. Dan rencana manasik haji ini akan dilaksanakan Rabu, 14 September 2011 sampai dengan Sabtu 17 September 2011 bertempat di Asrama Haji Medan.

Direktur Utama Bank Sumut, Gus Irawan mengatakan, jumlah peserta manasik haji dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan itu terutama dari Medan, Tapanuli Selatan, Madina, Asahan, Labuhan Batu, Deliserdang, Tebingtinggi, Sibolga, Binjai dan Langkat.
Kecenderungan meningkatnya jumlah calhaj peserta manasik haji tahun ini juga menunjukkan indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat Sumut terhadap Bank Sumut, khususnya produk Tabungan Haji Makbul, ujarnya.

Sementara, Kordinator Panitia Manasik Haji Tahun 2011, Eddy Azmar, mengatakan peserta manasik haji akan diberikan pembekalan teori dan praktik ibadah haji, serta tips kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Adapun tujuan manasik haji ini agar JCH bisa menunaikan ibadah haji secara benar dan khusuk serta dapat menjadi haji yang mabrur, katanya.

Dia mengimbau agar setiap peserta manasik akbar mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut dengan membawa pakaian ihram dan perlengkapannya guna dipakai pada praktik Thawaf, Sa’i dan melontar jumroh. “Dalam melayani peserta manasik, panitia telah siap memberikan pelayanan secara gratis mulai dari transportasi penjemputan dan kepulangan dari dan ke rumah masing-masing sampai ke Asrama Haji, konsumsi selama dalam perjalanan (bagi peserta dari luar kota) dan selama pelaksanaan manasik haji, penginapan 4 hari 3 malam di Asrama Haji, chek up kesehatan dan sejumlah souvenir yang menarik.

Lanjutnya, berbagai fasilitas dan layanan yang memanjakan JCH nasabah Tabungan Haji Makbul ini merupakan wujud kepedulian Bank Sumut bagi calon tamu-tamu Allah itu, ujarnya.

Nasabah Bank Sumut yang selama ini memanfaatkan produk konvensional Tabungan Haji Makbul juga dapat memanfaatkan bantuan pembiayaan syariah iB Talangan Haji dari Unit Usaha Syariah Bank Sumut agar nasabah bisa segera mendapat porsi keberangkatan haji.

Pemimpin Divisi Syariah Bank Sumut, Didi Duharsa, menjelaskan fasilitas talangan haji diberikan maksimal Rp20 juta  per orang dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun. Produk iB Talangan Haji ini kami berikan untuk membantu umat Islam yang berkeinginan segera mungkin menunaikan ibadah haji dengan mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji, jelasnya.

Khusus kepada nasabah yang memanfaatkan paket talangan haji, pihak Bank Sumut Syariah hanya mengenakan “ujroh” (fee) yang jumlahnya dinilai relatif lebih rendah dibanding suku bunga pinjaman bank-bank konvensional lainnya. (Ep/Lifaktual)



Selasa, 06 September 2011

Sambut Idul Fitri BUMN Peduli PTPN III Kembali Gelar Pasar Murah

Medan - Lifaktual : Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1432 H beberapa hari lagi pada tanggal 25-26 Agustus 2011 PT Perkebunan Nusantara III selaku BUMN perkebunan yang berada di propinsi Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan membuka pasar murah di beberapa titik lokasi di Sumatera Utara yaitu di Kotamadya Medan yang dipusatkan di Tanah Enam Ratus, Marelan, Bagan Deli, Medan Belawan. Kegiatan pasar murah juga dilakukan di kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun dan Asahan. Kegiatan pasar murah ini merupakan amanat dari Kementrian BUMN yang dimaksudkan untuk membantu daya beli masyarakat pada ekonomi bawah.

Menurut keterangan Sunardiono, SE, Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN III jumlah total keseluruhan bahan makanan pokok yang dijual di pasar murah ini yaitu beras mencapai 47 ton 200 kg yang dijual dengan harga Rp 5000/kg, untuk gula disediakan pasokan 44 ton 400 kg yang dijual dengan harga Rp 7000/kg dan minyak goreng sebanyak 58 ton 800 liter yang dijual dengan harga Rp 8.500/kg.


Suciwati, ibu rumah tangga yang membeli sembako di pasar murah mengatakan sangat terbantu dengan adanya kegiatan BUMN Peduli PTPN III dalam rangka menghadapi hari lebaran tahun 2011 ini karena harga yang bisa dijangkau tersebut membuat masyarakat ekonomi bawah dapat membelinya. ”Saya terbantu sekali dengan pasar murah ini apalagi mau lebaran semua harga naik.” katanya. 


Dana untuk pembelian bahan-bahan sembako ini diambil dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN III yang ditujukan untuk menolong masyarakat kurang mampu dengan memberi pilihan harga yang terjangkau oleh semua lapisan. Pembelian sembako murah ini dilakukan dengan kupon yang sebelumnya sudah diorganisir dengan rapi oleh pihak petugas di tiap titik lokasi yang sudah ditentukan.(Rel/Likaktual)

Senin, 05 September 2011

PTPN III Tutup Kegiatan Safari Ramadhan Dengan Berikan Bantuan Rp 2.157.300 Milyar


Medan – Lifaktual : Safari Ramadan adalah program rutin tahunan perusahaan yang dimaksudkan untuk meningkatkan amal dan ibadah serta menjalin tali silaturahmi antar seluruh karyawan dan keluarga besar PTPN III di setiap unit/kebun/distrik. Tim Safari Ramadan dipimpin oleh masing-masing direksi yang berkunjung ke masing-masing distrik sekaligus menyerahkan bantuan ke sejumlah Ponpes, alim ulama, anak yatim, dan para petugas agama Islam. Penutupan kegiatan safari Ranmdhan pada kali ini dilaksanakan di Kantor Direksi PTPN III pada tanggal 25 Agustus 2011 yang dihadiri oleh para direksi dan istri, para kepala bagian dan seluruh pimpinan beserta istri, karyawan dan karyawati, pengurus SPBUN tingkat perusahaan dan basis, pimpinan pondok pesantren, alim ulama dan tokoh masyarakat, beserta anak-anak yatim.

Selain melaksanakan sholat tarawih berjamaah, kegiatan didahului dengan pemberian bingkisan kepada sejumlah pengurus masjid di lingkungan internal dan eksternal kantor direksi, dan pemberian Alqur’an, gulungan sajadah juga kitab kutbah jum’at, di samping itu bantuan juga diberikan kepada pondok pesantren, para alim ulama di tingkat kabupaten, kecamatan dan sekitar wilayah kebun serta bantuan kepada anak yatim. Selain itu bantuan juga diberikan kepada para petugas keagamaan seperti nazir mesjid, guru-guru madrasah serta bilal mayit. Bantuan yang diserahkan berasal dari dana CSR perusahaan dan dana program bina lingkungan.

Total bantuan eksternal yang diberikan dari dana bina lingkungan untuk 152 pondok pesantren sebesar Rp 936 juta, untuk 1.278 alim ulama mencapai Rp 878.700 juta, bantuan untuk 2.485 anak yatim mencapai Rp 254.500 juta. Sementara sekitar 1456 lembar sarung juga diberikan kepada masing-masing ulama dengan total Rp 87.600 juta. Dan bantuan operasional untuk masjid kantor direksi Medan Rp 2,5 juta. Dengan demikian total bantuan yang diberikan sebesar Rp 2.157.300.

Dalam keterangannya, Ir. Amal Bakti Pulungan, Direktur Produksi usai sholat Tarawih berjamaah mengatakan, “Penyerahan bingkisan yang diberikan perusahaan dari tahun ke tahun terus meningkat yaitu Rp 1,9 milyar di tahun 2010 dan Rp 2,8 milyar di tahun 2011 atau meningkat sebesar Rp 47%,” katanya seraya menambahkan bahwa semua itu diberikan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar dan untuk mempererat tali silaturahmi.

 Di penghujung acara dimana siraman rohani yang disampaikan oleh ustad Drs. H. Amiruddin, MS, MA mengungkapkan pentingnya memahami esensi puasa yaitu dengan terus menerus emperkuat iman. “Hakikat puasa adalah kemampuan menahan godaan, dengan demikian bukan hanya menahan haus dan lapar. Cermin orang yang beriman adalah memperkokoh dinding keimanan melalui perbuatan amar makruf nahi mungkar,” katanya.(Rel/Lifaktual)

PTPN III renovasi asrama pemondokan 2 Parsulukan di Merbau, Labuhan Batu Rp 689 Juta

Medan - Lifaktual : Sebagai wujud kepedulian pembangunan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat Indonesia khususnya di Sumatera Utara, PT Perkebunan Nusantara III untuk ketiga kalinya sejak tahun 2009 hingga tahun 2011 telah membantu merenovasi masjid, asrama putra dan putri dan makam Tuan Syeh M. Raja Tanjung di parsulukan Babussalam, Merbau Selatan dan di hari yang sama kembali meresmikan hasil renovasi masjid Al Huda dan asrama parsulukan Miftahul Khoir di lingkungan IV, Kampung Jawa, Kecamatan Merbau pada 19 Agustus 2011 yang dilakukan oleh Racmat Prawira Kesumah, SE, MM, Direktur SDM PT Perkebunan Nusantara III.

Perincian dana renovasi yang diambil dari dana program bina lingkungan itu antara lain untuk parsulukan Babussalam asrama pemondokan putra dan putri sebesar Rp 293 juta, untuk renovasi makam sebesar Rp 55 juta, untuk renovasi masjid Al Huda dananya merupakan hasil sumbangan pribadi dari Rachmat Prawira Kesumah, SE, MM sementara untuk renovasi asrama pemondokan putra dan putri di parsulukan Miftahul Khoir kampung Jawa sebesar Rp 341 juta. Dengan demikian total bantuan renovasi kedua parsulukan tersebut mencapai Rp 689 juta.

Selain membantu merenovasi bangunan fisik kedua tempat ibadah tersebut, pada kesempatan yang sama PTPN III juga menyerahkan 100 paket sembako yang terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula pasir dan 1 kilogram minyak goreng dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para ulama dan kaum miskin terutama para orang tua yang berada di sekitar kawasan parsulukan tersebut.

Rachmat PK, dalam sambutanya mengatakan “Untuk kawasan ibadah di parsulukan ini nantinya akan kita lakukan pemagaran agar terlihat lebih asri dan indah sebagai rumah ibadah,” katanya seraya mengatakan bahwa PTPN III tidak saja membantu merenovasi rumah ibadah tetapi bila ditemukan di sekitar kecamatan Labuhanhaji terdapat rumah sekolah atau sarana pendidikan yang tidak memadai, PTPN III akan membantu, begitu juga di kawasan lain.

Khairuddin Syah, SE, Bupati Labuhanbatu Utara mengucapkan terima kasih kepada manajamen PTPN III yang telah sungguh-sungguh membantu pembangunan bagi kesejahteraan dan keagamaan di kabupaten Labuhanbatu Utara khususnya, “kami berharap ke depan PTPN III tetap untung dan bisa membantu masyarakat lebih besar lagi,” katanya.

Demikian pula halnya Nazaruddin Siregar, salah satu Tuan Guru di parsulukan Babussalam mengucapkan suka citanya dan berharap agar PTPN III menjadi berkah dan tetap memperoleh keuntungan yang berlimpah karena begitu peduli tidak saja kepada kesejahteraan masyarakat namun bagi pembangunan rohani keagamaan.(Rel/Lifaktual)