Laman

Kamis, 22 September 2011

Penggrebekan Judi Samkwan di Sunggal Terlebih Dahulu Bocor


Medan – Lifaktual : Penggrebekan lokasi judi samkwan (dadu) di Pasar V Medan Sunggal, yang dilakukan oleh petugas Polresta Medan serta Polisi Militer (PM), Selasa (20/09) telah bocor terlebih dahulu (diketahui bandar dan pemain), dan tak seorangpun pemain maupun bandar berhasil diamankan dari lokasi tersebut.

Meski tak seorangpun diamankan dari lokasi tersebut, polisi berhasil menemukan serta menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat alat permainan judi samkwan seperti, puluhan set kartu remi, dua set kartu domino, 2 papan catur, ratusan pulpen, papan tembakan nomor samkwan dan beberapa perlengkapan judi samkwan lainnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, AKP Moch Yoris Marzuki, Sik saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan penggerebekan tersebut atas informasi masyarakat yang resah dengan kegitan perjudian di lokasi tersebut. Kita telah melakukan pemantauan di lokasi, sayang operasi kali ini telah bocor, ujarnya.

Yoris juga membenarkan pihaknya hanya mengamankan sejumlah barang bukti adanya permainan judi dilokasi tersebut, dan akan memanggil pemilik lahan. Kita akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik tanah yang dijadikan lokasi perjudian untuk di mintai keterangan, ungkapnya.(Ep/Lifaktual)

Rabu, 21 September 2011

Dinas TRTB Kota Medan Jangan Bermain Terhadap Bangunan Eks Popeye

Medan – Lifaktual : Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan diminta harus berani bertindak tegas menegakkan peraturan daerah (perda) terhadap bangunan Hotel eks usaha Popeye di Jl Prof. HM Yamin  Lingk V Kelurahan Sidodadi Kec Medan Timur. Sebab, pelaksanaan rehab bangunan ruko yang disebut dijadikan Hotel itu tidak memiliki Surat izin Mendirikan Bangunan (SIMB) dan izin peruntukan.

Hal ini tersebut ditegaskan anggota komisi D DPRD Medan, Ir Budiman Panjaitan saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan, Senin (19/09). Selain Budiman, kunjungan dewan ini dipimpin ketua komisi D Medan, Ir Parlaungan Simangunsong didampingi CP Nainggolan, Ahmad Arief, Daniel Pinem, Martua Harahap, Lily MBA, G Lubis.

Budiman mengungkapkan kita minta bangunan harus stanvas, sebelum izin diurus. Dinas TRTB harus melakukan tindakan. Karena jelas tindakan pemilik sudah merugikan PAD Pemko Medan. Dalam hal ini TRTB  harus melakukan upaya agar PAD jangan sampai hipang, ujarnya.

Lanjutnya, terkait pembangunan Hotel tersebut, ternyata bukan hanya melanggar IMB dan Perubahan peruntukan, namun akibat ekses pembangunan ternyata merusak rumah warga. Seperti dalam peninjauan dewan, terbukti rumah warga milik Acin bagian atap roboh. Parahnya, pemilik Hotel yang disebut sebut Rudi tidak bersedia mengganti rugi rumah warga yang rusak.

Disisi lain, salah seorang pemilik hotel mengaku Rudi, bangunan yang sebelumnya ruko dilakukan rehab yang rencanya menjadi hotel belum memiliki izin dan perubahan peruntukan. Diakuinnya, pihaknya melakukan permohonan izin setelah kondisi bangunan ber lantai 3, akhirnya permohonan IMB ditolak Pemko Medan.

Lanjutnya, kendati belum memiliki izin, pihaknya tetap melakukan pembangunan."Tolonglah kami pak, bangunan sudah berlangsung, kami siap mengurus izin. Kita pun siap melakukan solusi terbaik, ujarnya.

Menanggapi pengakuan Rudi, wakil Ketua komisi D DPRD Medan CP Nainggolan menilai pihak hotel terkesan melecehkan Pe ko Medan. Dikatakan, CP, jika permohonan izoin memang ditolak  kenapa berlanjut pembangunannya. Pihak Dinas TRTB yang diwakili Bonar Pulungan mengaku permohonan pihak hotel sedang diproses pihak TRTB. Benar, permohonan izin pemilik sedang kita proses, ungkapnya. (Ep/Lifaktual)

PWMU LAHIR DI MEDAN UTARA


Belawan – Lifaktual : Persatuan Wartawan Medan Utara (PWMU) akhirnya terbentuk, Minggu (18/09) dengan Kantor Sekretariat di Jalan KL Yosudarso Km 22 PHC Belawan. Dimana para pengurus dan anggotanya PWMU ini terdiri dari sejumlah wartawan di media harian, mingguan serta wartawan media online yang bertugas di wilayah kerja Medan Utara.

PWMU telah memiliki badan hukum sesuai akte Notaries No. 06 Tanggal 07 September 2011 dikeluarkan oleh Helma Aryanti SH SpN beralamat di Jalan KL Yosudarso Km 12,5 No 76 Titipapan Kecamatan Medan Deli, PWMU direncanakan akan dideklarasikan pada 29 Oktober 2011 di Wisma Serma Hanafiah Belawan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PWMU, Hamdan Simamora BA di Belawan. Dikatakannya saat ini sudah ada sebanyak 30 wartawan dari 20 media harian maupun Mingguan serta media online yang tergabung di wadah PWMU ini.

Hamdan Simamora yang aktif sebagai wartawan Forum Indonesia Baru tersebut menerangkan PWMU terbentuk dengan tujuan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan antar insan Pers yang bekerja secara professional, seperti ungkapan pepatah "Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh", ungkapnya.

Lanjutnya, wartawan itu harus bersatu sebab banyak kawan banyak rezeki banyak bersilaturahmi banyak informasi, apalagi wartawan bukanlah Pegawai Negeri melainkan Pegawai yang Ngeri, Begitu kata Hamdan Simamora yang Hobi main catur  serta bersilaturahmi tersebut.

Selain itu, PWMU menjadi wadah saling bersilaturahmi dan kordinasi antar wartawan serta menjadi pekerja Pers yang tetap eksis mempertahankan komitmen memnbangun bangsa demokratis serta tetap menyuarakan aspirasi rakyat sebab suara rakyat adalah suara Tuhan.

Adapun susunan kepengurusan dan anggota yang tergabung dalam PWMU yaitu : Ketua : Hamdan S BA, Wakil Ketua : M Nursiddin AR dari Media Online Julnal Post, Sekretaris : Ridwan Saragih dari Media Koreksi, Bendahara : TP Pasaribu dari Aktual, Humas : R Agus Leo, Wakil Sekretaris : Hobiner Silaen dari Harian Orbit, Lumrin Hasibuan dari Bidik Kasus, Redaksi : dijabat Abu hasan dari media Online Metro Medan.com, anggota Abdul rahman dari Panji Demokrasi, Rozi Ulhag dari Harian Mimbar Umum, Hermanto Totok dan Maripatua Purba dari Harian Top Kota, Hamdan Nasution dari Media Online Metro Medan.com, Himan Rambe dari SKM Medan Sumut, Asril melayu dari Forum Indonesia Baru (FIB), Ridwan Ilyas Manday dari SKM Suara Massa, Bambang Hermanto dari Tipikor, Marlon Sijabat media Barisan Baru, Wan Mhd Iqbal dari Buser Siaga, Ferdi Sinaga dari SKM Senior, Erwin Hasibuan dari SKM Profil, B.Manalu dari SKM Senior, Syarifuddin Zuhri media Pro Kontra, datuk Adlan Effendy dari Buser Siaga dan lain sebagainya.

Sedangkan penasehat PWMU terdiri dari Dasri Syahbuddin, Herbin Sitompul SH, Husin HT Hutagalung SH, Mursalim Nasution, SH.(Ep/Lifaktual)

Selasa, 20 September 2011

KM Kelud Bawa Barang Kotakan, Lolos dari Petugas

Belawan – Lifaktual : Setelah usai lebaran, ternyata KM Kelud yang seogianya menjadi kapal penumpang kini berubah fungsi merangkap menjadi kapal barang, terbukti sesuai pengamatan Minggu sore  (18/09) menjelang magrib, ratusan kotak barang asal luar negeri yang masuk Via Pelabuhan Batam ke Pelabuhan Belawan ternyata tak mendapatkan pemeriksaan mesin X-Ray maupun dari petugas terkait di Pelabuhan Belawan diduga sudah ada kerjasama yang baik antara petugas pelabuhan maupun pihak pemilik barang.

Pembongkaran ratusan barang kotak barang bisnis milik sejumlah pedagang yang diketuai Ny. ANA tampak berjalan mulus tanpa hambatan setelah para penumpang KM Kelud turun dari atas kapal yang biasanya sengaja dibongkar pada malam harinya.

Pembongkaran barang kotakan yang didominasi barang keramik impor tersebut diduga banyak membonceng barang berbahaya dan larangan seperti minuman keras dan tak menutup kemungkinan berisi narkoba.

Petugas terkait di Pelabuhan Belawan baik oknum Polres Pelabuhan Belawan, KPLP, Bea dan Cukai maupun Satpam Pelindo Belawan, Karantina Pelabuhan seakan cuek saja tanpa melakukan pemeriksaan terhadap maraknya barang kotakan yang hadir tersebut yang seharusnya mendapatkan pemeriksaan lewat mesin X-Ray maupun pemeriksaan fisik barang.

Padahal Menteri BUMN pernah berkunjung di Pelabuhan Belawan namun tak membuat adanya perubahan menuju perbaikan pelabuhan bertaraf internasional apalagi menerapkan peraturan sesuai ketentuan Internasional yakni penerapan ISPS Code.

Hampir setiap minggunya, KM Kelud tiba di terminal penumpang, seenaknya sejumlah truk maupun bus angkot masuk ke dermaga terminal penumpang untuk mengangkuti barang kotakan milik si Ana yang disebut-sebut ratu barang kotakan tersebut dana ada barang kotakan yang dikemas dalam kontainer, setelah diturunkan langsung lolos diangkut dibawa ke kawasan Batu 20 Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Koordinator lapangan Lembaga Misi Recrasering Republik Indonesia (LMRRI), Abdurahman Manurung alias Robin menanggapi masalah itu sangat menyayangkan di Pelabuhan Belawan masih ada permainan antara oknum petugas polisi dengan si pemilik barang.

Apalagi seharusnya KM Kelud yang diageni PT. Pelni merupakan kapal penumpang yang masih disubsidi Pemerintah bukan untuk mengangkut barang kotakan, seharusnya tidak melayani pengangkutan barang kotakan dari luar negeri Via Batam yang dinilai dapat menganggu kenyamanan para penumpang.

Dikhawatirkan, bila tanpa pemeriksaan yang ketat, Pelabuhan Belawan masih rawan akan masuknya barang larangan dan Miras maupun narkoba sebab bukan tak mungkin sejumlah barang yang masuk tersebut membonceng barang selundupan dari luar negeri, ungkapnya. (Ep/Ts/Lifaktual)


8 Oknum Lurah Terancam Di Bui

Medan - Lifaktual : Delapan lurah di Kota Medan terancam masuk bui terkait kasus dugaan korupsi uang distribusi sampah. Kasus ini sudah lama ditangani penyidik Kejaksaan Negeri Medan. Namun hingga kini belum juga tuntas. Hal ini dikarenakan mangkirnya kedelapan oknum lurah tersebut dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Medan.

Kasi Penyidikan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan, Dharmabella Tymbasz, mengatakan, seharusnya delapan pejabat kelurahan yang terlibat penggelapan dana distribusi sampah hadir  memenuhi panggilan kedua yang  dijadwalkan berlangsung kemarin, (16/9), tetapi tidak datang juga.

Akan dilakukan lagi panggilan ketiga guna pemeriksaan lebih lanjut terkait penggelapan uang distribusi sampah kepada mereka. Surat pemanggilan ketiga sudah dilayangakan Kejaksaan Negeri Medan kepada yang bersangkutan. Semoga mereka datang pekan depan, katanya.

Lanjutnya, apabila pemanggilan ketiga, kedelapan lurah itu juga tidak datang, maka mereka akan dipanggil secara paksa. Kalau tiga kali mangkir dan tidak korporatif maka yang bersangkutan dipanggil secara paksa, tegasnya.

Kelima lurah yang saat ini dipanggil sebagai saksi itu di antaranya, Lurah Kelurahan Harjosari I, Kelurahan Sitirejo III, Kelurahan Dwikora, Kelurahan Timbang Deli, dan Kelurahan Tegal Sari Mandala I.

Sementara itu tiga lurah yang telah dijadikan tersangka, di antaranya, Lurah Kelurahan Sei Putih Tengah berinisial IG, Lurah Kelurahan Sidorejo berisial AF, dan Lurah Kelurahan Sei Rengas II berinisial J.

Sebenarnya ada 37 mantan lurah di Kota Medan  yang masuk dalam bidikan Kejaksaan Negeri (Kejari Medan) terkait kasus korupsi dana wajib retribusi sampah (WRS) 2004-2010 sebesar Rp5,3 miliar mendapat kritikan tajam dari anggota DPRD Medan. Masalah ini semakin pelik ketika terungkap bahwa dana WRS tersebut tidak disetorkan ke Dinas Kebersihan Kota Medan, melainkan digunakan sendiri.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Godfried Lubis, mengatakan kasus ini bermula pada tahun 2005 warga yang membayar WRS diserahkan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Kepling mendapat wewenang dari lurah. Lalu dana WRS tersebut tidak diserahkan ke Dinas Kebersihan.

Dana tersebut digunakan oleh ke 37 Mantan lurah Kota Medan, dan setelah kasus ini terungkap mereka berjanji untuk mengembalikan dana tersebut, baik langsung lunas maupun dicicil, ungkapnya.

Menurut Godfried, permasalahan kasus korupsi dana WRS ini bukan hanya terjadi pada periode 2004-2010. Pada bulan Januari 2011, saya mendapat data dari Dinas Kebersihan bahwa jumlah kepala rumah tangga di Kota Medan yang membayar WRS yakni 69 ribu kepala rumah tangga, katanya.

Godfried menilai data tersebut sudah dimanipulasi, dan sangat tidak mungkin. Mengingat populasi penduduk di Kota Medan mencapai 2,8 juta jiwa. Data base-nya tidak benar, saya akan meminta kembali data yang sebenarnya ke Dinas Kebersihan, ungkapnya.

Terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), bahwa kerugian dana WRS berkurang dari Rp.13,5 miliar menjadi Rp. 5,3 miliar, Godfried menilai tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat terhadap BPK. “Seharusnya diawasi kerugiannya, kenapa bisa berkurang sekarang? Dan untuk mantan lurah  yang terkena kasus ini mohon dicopot saja statusnya sebagai Pegawai, (PNS, red.) tegasnya.

Apakah DPRD akan memanggil pihak Pemko untuk membahas permasalahan ini ?, Godfried mengatakan pihaknya akan serahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak Kejari Medan untuk diusut, ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kejari Medan membidik 37 mantan lurah di Kota Medan yang terindikasi melakukan korupsi dana retribusi sampah. Untuk tahap awal, kejari menetapkan mantan Lurah Sei Rengas Permata Joenizar,Lurah Sei Putih Tengah Irwansyah Ginting,dan Lurah Sidorejo, Fauzi Nasution, sebagai tersangka. Selain itu, lima mantan lurah lagi diperiksa saksi dan tidak tertutup kemungkinan statusnya berubah menjadi tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Medan, Dharmabella Tymbaz, mengatakan, kerugian negara tidak hanya berasal dari delapan kelurahan, tapi menyebar hampir ke semua kelurahan yang ada sehingga tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan jumlah tersangka. Uang yang diduga dikorupsi masing-masing lurah jumlahnya bervariasi, antara Rp100 juta-300 juta.

Kemungkinan ada 37 lurah turut mencicipi uang korupsi tersebut, tegasnya. Syaminan membeberkan, ada tiga kategori penyebab dugaan korupsi ini seusai dengan karakteristik masing-masing lurah. Pertama, bonggol atau karcis yang tidak dibayar masyarakat yang namanya masuk daftar WRS. Namun, sisa karcis tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kedua, terpakai pengutip, dalam hal ini lurah. Ketiga, karcis hilang, ujarnya.(Ep/Lifaktual)

KNPI MEDAN Dukung Zulham Pimpin KNPI Sumut


Medan – Lifaktual : Zulham Effendi Siregar, Ketua KNPI Kota Medan mengungkapkan sudah saatnya kaum muda memimpin bangsa ini. Artinya, kaum muda harus bangkit dari tidur panjang dan bersama-sama bergandeng tangan untuk membangun bangsa Indonesia kedepan, hal tersebut disampaikannya pada acara Halal bi halal, yang digelar DPD KNPI Kota Medan, Jumat (16/09/2011), di Medan Club, Medan.

Mari kita bangun negeri ini bersama-sama dengan hal yang positif dan kreatif. Karena sudah saatnya Pemuda bangkit untuk memimpin negeri ini. Oleh karena itu saya mengajak para pemuda  untuk  kembali mengintrospeksi gerakan pemuda hari ini. Mau kita apakan pemuda kedepannya. Kalau kita terus terlena, maka kita akan terus tertinggal dan terlindas oleh zaman, ungkapnya.

Lanjutnya, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya telah membentuk Pemuda penanggulangan bencana, yang tidak lama lagi akan dikukuhkan. Demi untuk mengisi pembangunan dan mendukung program Pemerintah, kami DPD KNPI Kota Medan telah memprakarsai pemuda penanggulangan bencana Sumatera Utara, dan dalam ewaktu yang tidak lama lagi akan dukukuhkan. Ini semua kita lakukan. Agar tidak ada lagi pemuda yang melakukan hal-hal yang tidak diingingkan dan kita harapkan pemuda selalu berpikiran positif untuk menatap bangsa ini kedepan, ujarnya.

Selain Itu, DPD KNPI Kota Medan juga telah melakukan kerjasama dengan perusahaan Jepang dengan  membuat MoU untuk melakukan perekrutan pemuda untuk menjadi  tenaga kerja di Perusahaannya di Mabar.

Yang kita perlu adalah kebersamaan untuk kreatif dan bekerja sama. Oleh karena itu KNPI akan segera melakukan rapat pleno untuk mendukung siapa yang akan menjadi  ketua KNPI Sumut. Mari kita rumuskan siapa yang tepat untuk menahkodai KNPI Sumut kedepan, katanya.

Disisi lain,  Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia Kota Medan, DPD KNPI Medan, Hendra Cipta pada kesempatan itu menyampaikan, Perubahan kesempurnaan itu ialah ketika ketua KNPI Sumut memberikan peluang kepada kader KNPI untuk maju menjadi Ketua agar ada regenerasi. Kami akan menghibahkan kader kami yang terbaik yaitu Zulham Efendi Siregar, untuk maju menjadi Calon Ketua KNPI Sumut. Karena Zulham  layak diperhitungkan untuk jadi Ketua, paparnya.

Menurutnya, proses regenerasi sangat dibutuhkan agar pemuda lebih dinamis, Karena KNPI milik semua golongan yang ada di Sumut. Untuk itu dia mengharapkan  Ketua KNPI Medan untuk bersedia maju menjadi Ketua KNPI Sumut dalam Musda KNPI Sumut yang akan diselenggarakan tidak lagi.

Dari yang mewakili DPD KNPI Sumut, Armansyah Tanjung mengungkapkan, acara Halal bi halal tersebut merupakan  bahagian bersama untuk menatap bangsa Indonesia kedepan. Siapapun yang menang dalam perhelatan pemilihan Ketua DPD KNPI Sumut nantinya,segenap pengurus DPD KNPI Sumut akan legowo menerimanya, dan akan tetap mendukung siapapun yang menjadi ketua, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin, dalam sambutannya menyampaikan, Halal bi halal merupakan momentum untuk memperbaharui persaudaraan dan persaudaraan. Oleh karena itu diharapakan harmonisasi hubungan keharmonisan kepemudaan akan lebih baik. KNPI Medan bagian tak terpisahkan dalam pembangunan. Oleh karena itu para pemuda harus dibina, katanya.

Lanjutnya, apa yang dilakukan oleh gank motor akhir-akhir ini telah banyak pihak yang menjadi korban, seharusnya hal ini menjadi perhatian bersama. Dan dia berharap agar KNPI Medan  tidak terpancing dan agar dapat  bersama untuk mencari solusinya. Mari kita fokos untuk memikirkan pembangunan Kota Medan.

Karena tanpa dukungan pemuda dan berbagai elemen masyarakat lainnya, Pemerintah tidak akan bisa melakukan pembangunan dengan maksimal. Pemerintah Kota Medan sangat membutuhkan pemuda untuk mendukung segala pembangunan Kota Medan yang telah diprogramkan, ungkapnya.(Ep/Lifaktual)

Sabtu, 17 September 2011

Halal Bil Halal : PTPN III Perusahaan BUMN Terbaik Rangking I Laba Hingga Agustus Rp. 1,1 Trilliun

Medan – Lifaktual : PTPN III telah resmi memasuki tahapan sebagai perusahaan industry, dalam hal ini industry hilir berbasis kelapa sawit. Hal ini dikatakan oleh Komut, Achmad Manggabarani dalam sambutannya dalam acara Halal Bil Halal merayakan Idul Fitri 1432 H antar jajaran komisaris, mantan direksi, direksi, para pimpinan dan seluruh karyawan berjumlah 1500 orang di hotel Grand Aston sabtu 10 September 2011.

PTPN III patut berbangga diri, karena menjadi perusahaan perkebunan terbaik di tanah air, sebagai perusahaan perkebunan BUMN rangking I di Indonesia, PTPN III kedeoan akan memfokuskan pembangunan perumahaan karyawan di setiap unit/kebun. “Kita patut mensyukuri dengan meningkatkan etos kerja.” Katanya dengan bangga seraya atas nama jajaran Komisaris dan Direksi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 2011 dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan stakeholder atas pencapaian prestasi dan kinerja yang diraih peusahaan dalam satu tahun ini.

Komutjuga mengatakan bahwa tidak hanya halal bil halal tapi pertemuan ini sama dengan rapat kerja karena banyak menyinggung seputar capaian produksi, financial dan gambaran umum perusahaan. Lebih lanjut Amri Siregar Dirut PTPN III mengatakan keuntungan hingga bulan Agustus mencapai Rp. 1,1 Trilliun atau 156 % dari RKAP tahun 2011, sehingga peningkatannya sekitar 35,08% dibanding periode yang sama tahun 2010.

Ia juga menyampaikan Progress report  pembangunan kawasan industri Sei Mangkei yang masuk dalam MP3EI ( Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) yang dicanangkan Presiden tanggal 27 Mei 2011 lalu, diantaranya sudah melakukan infrastruktur kawasan, PKO ( Pabrik Kernel Oil ) membangun pembangkit listrik tenaga biomassa yang akan menyuplai energi listrik di sekitar kawasan industri tersebut.

Terkait dengan investor, PTPN III telah melakukan  beauty contest  yang dimenangkan oleh perusahaan Ferostaal dari Jerman untuk pembangunan industri biodiesel yang nantinya akan diirintegrasi dengan surfactant, beta karoten dan olein. Pembangunan kawasan industri Sei Mangkei adalah untuk mengamankan industri finansial dan meningkatkan nilai tambah, daya saing melalui produk hilir, membuka peluang investasi, menstabilkan harga TBS, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM dan pengembangan ekonomi.

Mailanta Bangun Ketua Umum SPBUN dalam kesempatan ini mengharapkan bonus untuk karyawan bisa meningkat sesuai dengan kinerja yang dicapai dan berterima kasih kepada menejemen dengan terselenggaranya acara ini secara kontinyu yang dapat mempererat tali selaturahmi antara jajaran menejemen dan karyawan.

Selain dihibur dengan penyanyi religi, opik yang membawakan lagu-lagu bertema keagamaan untuk menghibur seluruh hadirin, Prof. DR. Ahmad Fadhil Lubis MA, Rektor IAIN Sumut, memberi siraman rohani yan mengutib Alqur’an Surat Almukminin ayat 1-13 tentang cirri-ciri orang sukses diantaranya selain melaksanakan sholat, ia harus berzakat dan rajin bersedekah.(Rel/Lifaktual)